amateurwriter · Blogging · GRIT · motivational

Tulisan Lama Bersemi Kembali (2)

Nasib blogger amateur. Tulisan nyebar dimana – mana sembari iseng nyobain provider blog gratis dengan harapan dapat domain populer seperti dot com tanpa ada embel embel website hosting di belakang nya. Tapi yang namanya gratis ya gratis, ga boleh  banyak nuntut. Kalau mau tanpa embel embel ya bayar.

Sempat iseng mencoba wixsite karena tampilannya yang menarik. Dasar amatiran dan angin-anginan, alhasil, saya hanya mampu meninggalkan satu (1) buah tulisan singkat. Berikut cuplikannya (semoga bermanfaat) (GD) :

True GRIT

October 20, 2016

Grace Datu Tasik

Tidak, tidak. Saya tidak akan memberi review tentang film Hollywood yang dibintangi Hailee Steinfeld karya Coen Brothers itu.

Saya mau share mengenai the real GRIT. A personality trait.

Saya mengetahui tentang GRIT dari speech seorang psikolog di TED Talk. She blowed up my mind ever since. Definisi simplenya, GRIT adalah suatu tekad/keinginan mendalam dalam diri seseorang yang memampukannya untuk melakukan sesuatu hal. Apapun itu.

Sedangkan versi ilmiahnya GRIT adalah pasion and perseverance, courage and resolve; strength of character. Synonyms: courage, bravery, pluck, mettle, backbone, spirit, strength of character, strength of will, moral fiber, steel, nerve, fortitude, toughness, hardiness, resolve, resolution,determination, tenacity, perseverance, endurance; informalguts, spunk.

Pada intinya, Ibu psikolog cantik bernama Angela itu bilang bahwa ternyata kunci keberhasilan seseorang terletak pada GRIT. Bukan pada IQ, SQ atau EQ, bukan pula long-term memory.
Berita sedihnya adalah sang psikolog pun tidak tahu bagaimana cara meningkatkan GRIT atau bagaimana cara memiliki GRIT tersebut.

Kenapa saya menulis tentang GRIT? karena buat saya GRIT berhubungan erat dengan mimpi seseorang. Kita boleh memiliki mimpi super tinggi, tetapi kalau ternyata kita belum memiliki cukup GRIT untuk menggapainya, it will ended up in words that i hate the most, giving up.

Scholarship HUNTERS pasti akan suka dengan kata ini. GRIT dibutuhkan untuk setiap mereka yang berjuang kuliah ke negeri orang atau dalam negeri dengan biaya seminimal mungkin alias gratis. Terlepas dari penghematan biaya, bergabung dalam ritme pengejaran beasiswa sebenarnya bicara tentang seni.

Pada intinya, saya menulis ini, agar supaya GRIT saya tetap menyala. Saya adalah sang pemimpi dengan sejuta khayalan muluk. Yang saya tahu, hanya orang nekat dengan iman yang tidak tahu diri yang menjadikan segala sesuatu mungkin. Nah! Akhirnya saya menemukan definisi GRIT menurut saya.

Oya, ada satu quote menarik dari Ibu Angela, “GRIT is living life like it’s a marathon not a sprint!” 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s